Wednesday, January 23, 2013

Playlist #1 : Sebuah Perjalanan


Sejujurnya saya baru merestore ulang ipod di awal tahun 2013. Dan sekarang, saya mencoba untuk mengatur ulang lagu2 serta menyusun playlist baru. Menyusunnya memang susah susah gampang. Kenapa? Karena perlu adanya kesesuaian mood dari tiap lagu yang ada. Ibarat menjalin benang2 dalam sebuah baju. Playlist kali ini menceritakan tentang sebuah perjalanan. Perjalanan ke sebuah destinasi yang diimpikan sejak lama.

22 lagu dalam playlist ini merepresentasikan realita masa skrg, harapan di masa depan dan juga hal2 yang menyertainya. Isinya kurang lebih seperti ini,

  1. Jakarta Pagi Ini – SLANK
  2. Suitscase and Travel Bags – Gabe Bondoc
  3. Kesana – Float
  4. Passenger Seat – Death Cab For Cutie
  5. Adelaide Sky – Adhitia Sofyan
  6. Breakfast in NYC – Oppenheimer
  7. Young Folks – Peter Bjorn and John
  8. Empire State of Mind – Jay-Z (feat Alicia Keys)
  9. Good Life – One Republic
  10. Ca Plane pour Moi – Plastic Bertrand
  11. Paris – Friendly Fires
  12. If I Ever Feel Better – Phoenix
  13. Far Away – Duncan Sheik
  14. Long Distance Call – Phoenix
  15. Wishful Thinking – Duncan Sheik
  16. Live Your Life – TI (feat Rihanna)
  17. Way Back Home – Bag Raiders
  18. I’m Coming Home – J.Cole
  19. The End Where I Begin – The Script
  20. Hometown Glory – Adele
  21. Pulang – Float
  22. Oh Jakarta – Ramondo Gascaro

Flow dari perjalanan ini bermula di Jakarta dan berakhir di Jakarta pula. Ditengah-tengah terselip kota2 impian dimulai dari Adelaide, New York dan tentunya Paris. Ada masa dimana lewat playlist ini, saya akan diingatkan oleh mimpi2 yang ingin diwujudkan sesegera mungkin. Mudah-mudahan, segera. AMIN.

Monday, December 31, 2012

#terbaikterbaik2012


Kurang dari 6 jam kita akan menuju ke tahun 2013. Ada baiknya kita ambil waktu sedikit ini untuk mengingat kejadian demi kejadian yang terjadi selama tahun 2012. Bagi saya pribadi, banyak hal yang bisa diingat, baik susah sedih senang, perasaan yang permanen dan sementara sekalipun. Apapun yang terjadi selama ini, semua adalah yang terbaik. Dan semua ini akan dirangkum dalam #terbaikterbaik2012 versi saya.


#terbaikterbaik2012 versi konser

Selama tahun 2012 ini saya berkesempatan untuk melihat beberapa konser sebagai berikut :
  • ·      Foster The People, 11 Januari 2012
  • ·      Love Garage (Bag Raiders), 8 Februari 2012
  • ·      Architecture in Helsinki, 10 Maret 2012
  • ·      Chrisye, 5 April 2012
  • ·      Deluxe Symphony, 26 April 2012
  • ·      I SLANK U, 11 Mei 2012
  • ·      Maroon5, 5 Oktober 2012


Selain itu saya sempat mengunjungi Tedx Kemang, 27 Mei 2012 dan showcase Yovie and Friends di Lippo Mall Kemang.

Semuanya menyenangkan tentunya. Namun yang menurut saya #terbaikterbaik 2012 adalah I SLANK U dan Maroon5. Konser I SLANK U ini sempat berpindah tempat, sedianya di MEIS dan akhirnya diselenggarakan di ballroom Ritz Pasific Place. Sangat mengesankan krn terakhir kali menonton SLANK di konser 20 tahun mereka di JCC dan kali ini saya ntn di front row festival bersama bapak saya. Untuk Maroon5 sendiri berkesan krn saat itu diguyur hujan, dan untuk sampai ke lokasi kami harus membeli payung serta basah kuyup sampai ke Istora. Gilanya lagi selama 2 jam nonstop saya berteriak dan berdiri padahal tiket saya tribun. Sungguh pengalaman yang mengesankan.

#terbaikterbaik2012 versi makanan

Sop Ikan Assakinah. Entah kenapa saya suka sekali sop ikan ini, bahkan bisa setiap hari selama dulu saya bekerja, saya akan makan siang dengan menu ini hahaha. Sop Ikan ini disajikan dengan tungku dan dengan cabe rawit. Bahkan menulis ini pun membuat saya ngiler sendiri.haahaha.

#terbaikterbaik2012 versi sweet escape

Untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki ke Sawarna, Banten. Tempat yang menarik dengan pemandangan yang super menenangkan jiwa dan raga. Kelemahannya hanya deg-degan melewati jembatan gantung tiap pergi dan pulang dari penginapan. Yang penting bisa keluar dari rutinitas Jakarta dan melihat yang namanya Pantai. Paling suka adalah Lagoon Pari. Perjalanan kesana bak ninja hatori mendaki gunung lewati lembah tapi akhirnya worth it kok.

Selanjutnya adalah Bandung (kota yang tidak bisa membuat saya move on) dan Bali. Khusus untuk Bali, “the best sunset place”  pada perjalanan kali ini dipegang oleh Rock Bar. Tempat, suasana dan karangnya bener-bener bagus. Nextnya, perjalanan ke Blue Point yang cukup berliku. Dipastikan 2013 akan kembali kesana.

#terbaikterbaik2012 versi cd musik

Tahun 2012 sepertinya menjadi tahun “comeback” buat sebagian musisi/grup band, terutama favorit saya, Pure Saturday. Saya cukup menyesal setidaknya 2kali melewatkan kesempatan ntn mereka perform. Namun demikian saya cukup puas dengan album terbaru berjudul Grey. Musim Berakhir menjadi single yang cukup catchy, disamping lagu Albatros yang menurut saya agak ngejelimet. Khusus untuk band ini, penampilan tempo hari di acara comebacknya Radio Show cukup bagus dan patut diapresiasi, cukup rapi dan solid.

Selanjutnya, album terbaru Passion Pit, Gossamer. Saya sebetulnya baru mendengarkan band ini di album tersebut. Favorit saya, lagu I’ll be Alright dan Constant Conversations. Mungkin menggambarkan pertengahan sampai akhir tahun 2012 hidup saya, secara general. Terakhir, mixtape yang diberikan seorang teman. Menarik, karena saya suka sekali mendengarkan playlist yang dibuat org lain untuk menambah pengetahuan soal musik. Yang lucunya disisipkan 2 lagu bertema tentang Paris. Ya, kota impian saya tentunya. haha

#terbaikterbaik2012 versi film Indonesia

Tahun ini, film dari novel favorit saya, Perahu Kertas tayang di bioskop, pada bulan Agustus dan Oktober (karena terbagi menjadi 2 part). Perlu digaris bawahi bahwa ekspektasi saya sebagai pembaca memang tidak bisa dicampur adukkan. Untuk yang part 2, saya berkesempatan melihat premiere film ini di Epicentrum XII. Cukup menarik memang melihat adegan Kugy-Remi di part 2 nya. Satu kata yang mendeskripsikannya, sesek. hahaha. Yang memorable disini adalah bertemunya saya dengan cast dari film ini dan seorang teman gugup bertemu dengan pemeran Remi. haha

#terbaikterbaik2012 versi tv series

Yang ditunggu2 dari tahun 2012 ini adalah ending season 6 dari Gossip Girl. Yap, tulisan saya sebelumnya sudah mengupas tuntas alasan dan latar belakang kenapanya. Selanjutnya serial 2 broke girls yang ringan dan mengundang tawa. Tokoh favorit saya selain Max dan Caroline, tentunya Han, si pemilik diner. Yang paling fenomenal dalam tontonan saya adalah serial The Newsroom. Serial ini menggambarkan divisi news dari sebuah televisi. Menarik karena sebelumnya saya penggemar Studio 60 dimana produser keduanya sama.


#terbaikterbaik2012

Secara general banyak hal yang menarik sekaligus mengharukan. Masuk ke sebuah lingkungan baru dengan pekerjaan dan juga pertemanan yang baru serta menyenangkan. Mengenal berbagai macam karakter. Seru meskipun rasanya belum puas. Life’s must go on, rite?. Pertemanan lama yang masih setia menemani dikala hidup semakin tidak make sense lagi. Teman-teman baik yang telah melanjutkan hidup mereka ke jenjang yang lebih tinggi (pernikahan). Yang paling penting adalah keluarga dan orang-orang terdekat yang masih ada disana, sehat lahir batin, dan mendukung dimana pun, kapanpun dan bagaimanapun keadaan kita. Terimakasih semuanya, teman-teman dan keluarga terbaik dimuka bumi ini. Atas supportnya, masukannya, dan waktunya di tahun 2012

Pada akhirnya ga ada yang abadi, semua sifatnya sementara. Semua rasa, harapan, impian dan sebagainya. Dan saatnya untuk melepaskan semua rasa itu, yang tersimpan di tahun 2012. Berharap bahwa akan ada rasa-rasa baru yang saling melengkapi di tahun 2013.


 I believe that next year (2013) will be better

Have faith

Cheers for our success in the future 


*ditulis dengan mendengarkan satu album penuh Pure Saturday “Grey” dan Passion Pit “Gossamer”





Tuesday, December 18, 2012

Enfin, un finale


Enam tahun berselang, dan akhirnya sampailah pada hari ini. Finale episode (season 6 episode 10) dari drama series Gossip Girl, yang diadaptasi dari novel yang sudah tenar sebelumnya. Antara percaya atau tidak bahwa series ini sampai ke tahun keenamnya. Setelah rally2 panjang, drama-o-rama, baku hantam, hidup mati, dan kisah cinta segi enam ini sampai lah pada episode pamungkas.

Serena van der Woodsen, Nate Archibald, Blair Waldorf, Chuck Bass adalah empat tokoh sentral di Upper East Side. Empat sahabat yang akan membela satu sama lain meskipun telah menjatuhkan satu sama lain. ditambah lonely boy, Dan Humphrey yang mencoba masuk ke dalam geng ini.

Adalah situs plus sms blast dari Gossip Girl account yang membuat hidup mereka semua hancur berantakan. Satu per satu drama terungkap. Hampir di tiap finale eps setiap season mereka berempat akan membantu untuk menjatuhkan musuh mereka bersama. (agak mirip buku harian AADC dimana tertulis bahwa musuh salah satu dari kita, dalam musuh kita bersama, haha).

Saya ingat pertemuan dengan series ini adalah pure ketidak sengajaan. Di sebuah tempat dvd, saya penasaran dengan cover 4 orang ini. Setelah episode2 pertama, saya langsung jatuh cinta, terutama dengan karakter Chuck Bass. Tak terasa 6thn berselang, karakter2 didalamnya semakin matang, meskipun permasalahan semakin kompleks hampir semua bermula dari kelakuan mereka sendiri. Saya ingat betapa hancurnya saya melihat Chuck Bass hampir terjun dari atas atap sewaktu Bart Bass meninggal, sungguh miris.

Awalnya, saya sangat menahan diri untuk menonton finale ini. Entah kenapa, separuh jiwa saya seakan hilang *oke ini cukup lebay*. Sudah tidak ada lagi kegilaan menunggu kapan series ini muncul lagi. Dan cukup tercengang mengingat season 6 ini hanya sekitar 10 episode tidak seperti season terdahulu (sekitar 21-24 episode per season). Namun saya menjadi penasaran, mengingat ramainya berita di jejaring sosial. Akhirnya saya memberanikan diri menonton finale yang ternyata dikemas secara apik dengan kejutan tak terduga. Manis dan juga berkelas. Semua karakter berkumpul dalam satu moment. Moment yang mungkin cukup dinantikan penggemar fanatic seperti saya. A bittersweet ending, indeed.`

Mungkin banyak yang berpikir bahwa series ini banyak menjual sesuatu yang impulsif, sesuatu yang manipulatif dan mimpi yang mungkin tidak akan bisa tergapai sampai kapanpun. Namun disetiap akhir episode setiap seasonnya, ada sebuah hal yang dipetik, yaitu persahabatan. Bahwa teman-teman baik akan ada disana, membela kita saat kita susah sedih senang. Mereka lah yang akan bersama kita menghadapi kejamnya dunia.

Series ini sejujurnya menunjukkan sebuah kelas sosial atas. Dengan segala keglamoran dan kegemerlapan Upper East Side. Bagi saya, series ini membuat saya lebih mengenal musik yang sebelumnya tidak pernah saya dengar (soundtrack yang menarik) dan juga menjadi panutan fashion.

Enfin, thank you for these past 6 years Gossip Girl. 3 words 8 letters to you, Mr Chuck Bass. xoxo


Wednesday, October 24, 2012

Be Thankful



Cerita ini bermula saat seorang temen saya tiba2 hilang dari peredaran. Tebakan saya yang utama adalah teman saya ini sedang bertapa entah di gunung mana haha. Usut punya usut seminggu berselang, ia berhasil ditemukan. Lebih tepatnya si teman ini habis sakit berat dan mematikan semua alat komunikasi  berikut aktivitas di jejaring sosial serta puasa menggunakan internet. Mungkin sedikit banyak aktivitas ini mampu meluruskan pola hidup yang kadang tidak seimbang oleh karena kegiatan sehari2 terutama browsing hingga larut malam. Ide yang cukup brilliant.


Beberapa hari yang lalu, saya sedang browsing (kegiatan yang mungkin mengganggu pola tidur karena dilakukan larut malam) ke sebuah situs dari fotografer yang cukup saya kagumi, bernama Edward Suhadi. Awalnya, saya melihat video fotografer ini mengenai dirinya yang merasa terinspirasi dengan program Pengajar Muda besutan Bpk Anies Baswedan. Lebih lanjut, saya merasa tertarik untuk melihat video Lagu Baru : The Movie di situs tersebut. Saya sesungguhnya memang tertarik dengan program Pengajar Muda ini. Sayangnya, umur saya sudah tidak mencukupi untuk terlibat. Setelah melihat video tersebut saya diajak untuk senantiasa bersyukur dengan hidup yang dijalani saat ini.
Saya ingat, penggalan narasi yang dibacakan oleh Edward Suhadi :


“ bahwa tidak seluruh dunia itu sama seperti dunia kita”. 


Memang kadang kala kita sering terbuai dengan berbagai fasilitas yang kita punya, sampai2 mempengaruhi pola hidup kita sehari2. Dari cerita teman saya tadi, saya jadi sadar bahkan teknologi pun kadang membuat kita menghabiskan waktu untuk hal2 yang sebetulnya tidak kita perlukan. Dan dengan kasus2 terpaksa misalnya cerita teman saya yang sakit atau gangguan jaringan akhir2 ini, hidup kita malah berjalan apa dayanya.


Saya membayangkan kisah para Pengajar Muda didalam video tersebut. Sehari2 mereka menjadi panutan bagi anak2 muridnya. Mereka memiliki multiperan, sebagai guru, teman, sahabat atau bahkan guru agama. Dari wajah murid2nya yang antusias, ada secercah harapan bahwa suatu saat di masa mendatang mereka akan menjadi “orang”. Yang menarik adalah selama melihat video tersebut, merasa bahwa dengan minimnya fasilitas pun termasuk teknologi, hidup terasa indah (dilihat dari mereka yang antusias saat berenang bersama). Bisa dibilang mereka menikmati hidup yang dijalani.


Hal ini mungkin berbeda sekali dengan apa yang kita jalani sehari2. Kadang kita terbuai dengan sesuatu yang kadang tidak nyata dan terkesan bagi sebagian orang membuang2 waktu. Misalnya browsing hingga larut malam, update status di jejaring social, chatting di BBM/Whatsapp sepanjang hari. Dan apabila jaringan memburuk, mulailah kita berkoar2 dimana2. Bukannya tidak boleh, semuanya sah2 saja. Untuk saya pribadi, setelah menonton video tersebut hati saya terketuk. Saya seakan lupa bahwa di sekitar saya juga butuh perhatian. Bahwa ada hal2 lain yang patut kita syukuri dalam hidup tanpa harus terbuai dengan fasilitas atau teknologi yang ada. Saya percaya bahwa setiap orang paham bahwa waktu yang kita punya harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Dan alangkah baiknya sisa waktu itu diluangkan untuk lebih peka pada lingkungan sekitar. 

Thursday, September 20, 2012

En Realite, Dreams do Come True

beberapa tahun yang lalu, ada sebuah lirik lagu dari grup band Nidji yang kurang lebih seperti ini :

"mimpi adalah kunci, untuk kita menaklukkan dunia". 


petikan lirik ini diambil dari lagu Laskar Pelangi, dari film yang sama. maknanya tentang semangat untuk maju, berjuang untuk menggapai mimpi. kata orang, dalam hidup kita harus punya mimpi. supaya hidup kita ada tujuannya.

waktu kecil, kita bermimpi bahwa pada saat kita dewasa akan menjadi seorang dokter, pramugari, astronot, polisi atau bahkan presiden. namun seiring dengan bertambahnya usia, kita menjadi semakin realistis. akhirnya kita tahu bahwa terkadang keinginan dan kemampuan kadang tak sejalan. meskipun kita telah keras berusaha.

beberapa minggu belakang, saya diingat kan oleh seorang teman bahwa dengan usaha yang lebih keras, tekad kuat, dan kesungguhan, mimpinya bisa saja terwujud. saat baru lulus dulu, kami sama2 masuk ke sebuah kursus intensif bahasa asing. disana setiap org mayoritas punya mimpi yg sama, ke negara itu, ntah untuk melanjutkan studi atau memang tinggal disana. lama kelamaan, kami sama2 melanjutkan hidup masing2 krn satu dan lain hal. saya melanjutkan studi di dalam negeri, teman saya memilih kembali ke daerah asalnya dan bekerja. 3 tahun berselang, ia mengabarkan bahwa ia akan berangkat melanjutkan studi ke negara itu, tempat dimana sampai detik ini saya masih ingin kesana. saat itu saya cukup kaget, mengingat 3 tahun yang lalu mimpi itu sudah lama saya tinggalkan. lalu berangkatlah ia ksana. selang 1 hari stlh keberangkatannya, kami berkomunikasi. akhirnya saya bilang, bahwa saya cukup salut dengan keputusannya. berhenti bekerja dan masih mewujudkan mimpi itu. ternyata dia berkata bahwa selama 3 thn ia menabung. menabung untuk bisa sampai kesana dan bersekolah disana. pada saat itu saya merasa seperti tertampar. ada hal yg membuat saya bertanya pada diri saya sendiri, kenapa dulu saya menyerah? namun saya mencoba untuk lbh realistis. saya yakin suatu saat bisa kesana, ntah bagaimana caranya :)

melalui cerita teman saya tersebut, saya jadi tersadar. terkadang kita merasa terlalu lelah atau mengabaikan mimpi pribadi kita karena merasa kondisi tidak memungkinkan dan kemudian mengubur dalam2 mimpi itu. perjuangan yang dirasa sudah usai ternyata bagi sebagian orang dinilai belum. masing2 orang tentu punya tolak ukur dimana dia harus terus bertahan atau menyerah. memang pada akhirnya semua kembali kepada pribadi masing2.

mimpi itu bagian sebagian orang mungkin hanya menjadi angan2 sampai kita berhasil merealisasikannya. semua tentu butuh proses untuk sampai kesana. mungkin supaya tidak mudah kecewa, kita perlu memulai sebuah mimpi dari hal yang simple. misalnya, bagi saya, ingin punya kulkas tembus pandang (cooler). bagi sebagian orang itu simple, bagi saya tidak.

tiap hari ada baiknya kita menulis mimpi2 kita, dari yang kecil sampai yang besar
biar kita ingat bahwa tiap hari, saat bangun tidur dan mau berangkat kerja
kita punya satu tujuan, mewujudkan satu per satu mimpi kita
jadi motivasi untuk bangun pagi2 dan bekerja demi mewujudkannya
saya yakin, dengan kombinasi usaha, kerja keras, doa dan juga keyakinan
sekecil maupun sebesar apapun mimpi kita
pasti akan terwujud

dare to dream my dear friends
xoxo

Wednesday, July 25, 2012

Managing Expectations



"Life is about managing expectations. 
Our expectations versus reality"


Sekolah bisnis mengajarkan materi manajemen resiko
Nah di sekolah bernama sekolah kehidupan ada yang namanya managing expectations
Prinsipnya mungkin sedikit banyak mirip, resiko itu bernama ekspektasi

Dalam hidup kadang kita kecewa, sedih bahkan bermuram durja karena apa yang kita harapkan, kita ekspektasikan terhadap sesuatu atau seseorang itu tidak berjalan sesuai rencana
Mungkin konsepnya sama seperti apa yang diajarkan sekolah bisnis, bagaimana kita menjaga agar resiko kegagalan terhadap sebuah rencana bisnis berada pada batas seminimal mungkin
Oleh karena itu ada skenario pesimis, optimis dan most likely

Apesnya, kita sulit sekali berskenario terutama menyangkut urusan berharap pada kejadian yang terjadi sehari-hari
Misalnya, kadang kita datang ke sebuah interview dan yakin seyakin2nya bahwa interview berjalan dengan lancar jaya dan berharap akan dipanggil lagi. Satu dua minggu menanti kabar. Nyatanya berbulan2, kabar pun tak kunjung datang. 
Atau urusan janjian pergi dengan seorang sahabat. Di detik2 terakhir, si sahabat mendadak membatalkan janji dengan alasan yang tidak masuk akal.
Yang salah disini adalah ekspektasi kita terhadap sesuatu atau seseorang
Kita cenderung mematok standar yang lebih dari seharusnya terhadap keduanya
Padahal sesuatu yang lebih atau berlebihan itu tidak baik
Dan berujung pada kekecewaan

Di dalam sebuah pembicaraan diantara kemacetan Jakarta, seorang teman melontarkan sebuah wacana tentang temannya yang mencoba melakukan ice breaking dengan mengajak kencan seseorang
Temannya ini merasa tidak berani karena takut dengan adanya penolakan
Lalu pembicaraan berlanjut pada sebuah pertanyaan lanjutan, tentang bagaimana harus bersikap kalo hal tersebut benar terjadi
Lalu saya berkomentar : "sebenernya si ya, itu tergantung gimana elo memanage ekspektasi lo sih. makin lama lo akan tau sampai sejauh mana lo harus bersikap"
Tanpa sadar, kita cenderung untuk mempersiapkan skenario terburuk atas hal2 yang tingkat ketidakpastiannya tinggi
Pada dasarnya, semua kembali pada bagaimana kita mensetting pikiran kita dalam hal ekspektasi dan cara kita menghandle apabila semua tidak berjalan sebagaimana yang kita inginkan

Karena bagaimanapun juga, ga ada yang pasti di dunia ini, selain ketidakpastian itu sendiri
Adalah ukuran dari ekspektasi dan bagaimana cara berkompromi dengan keadaan yang harus dilatih dalam sekolah kehidupan ini

Kecewa itu wajar dan semua orang pasti pernah mengalaminya
Intinya kita pernah merasakan, dan akan belajar dari sana
Jadi buat apa kita berlarut-larut memikirkannya
Kata orang, hidup terlalu singkat untuk ditangisi
Dan saya cukup setuju dengan pendapat itu

xoxo






Turning Point

Kata orang, semakin lama kita mengenal satu orang, bahkan teman baik kita sekalipun
Kita bisa menebak tipikal orang seperti apa mereka
Nyatanya, persepsi itu salah
Akan sampai pada satu ketika dimana, seseorang akan menemukan turning points dalam hidupnya
Ntah dalam hal sifat, karir, percintaan atau bahkan urusan yang lebih berat sekalipun

Semakin lama kita kenal dengan seseorang, maka kita akan tau bahwa sebenernya mereka ada dibentuk oleh masa lalu mereka, bukan masa depan.
Namun demikian, kejadian di masa lalu itu bisa jadi penentu masa depannya nanti
Sebagai contoh, kegemaran saya terhadap mie instant dan soda berkurang setelah saya merasa dahulu, sewaktu kost, saya sering sekali mengkonsumsi keduanya. Dan saya tau, kedepannya itu akan mempengaruhi kualitas hidup saya.
Mungkin hal tersebut dinilai sebagian orang itu simple. Namun bagi saya tidak

Contoh kedua, teman baik saya. Dahulu dia termasuk dalam kategori orang-orang yang hobi menantang maut. Sebut saja, minum bir sehabis makan durian (yang kata orang membahayakan), bersepeda turun gunung sampai keseleo atau hal-hal lain yang pada masanya membuat khawatir orang lain. Ajaibnya, saat ini dia bahkan sudah bergaya hidup sehat dan juga memiliki orientasi kedepan dalam hidupnya. Kuncinya cuma satu, bertemu dengan orang yang tepat, yang mampu memberinya beribu-ribu alasan untuk akhirnya settle down dan mulai menyusun langkah-langkah terbaik dalam hidupnya.

Selanjutnya, saya baru kenal dengan teman saya ini, sekitar 2-3bln yang lalu. Ketika itu kami sedang membahas tentang sebuah hari libur pada Oktober nanti. Lalu saya berkata : "ngga mungkin pergi tanggal segitu, hari raya". Dia menjawab dengan santai, bahwa dahulu dia jarang merayakan hari raya dengan semestinya. Yang dilakukannya adalah berlibur ke luar negeri atau ke kota lain dan bersenang-senang. Sampai suatu ketika, pulang bersenang-senang, dia melihat sesuatu yang membuat keesokan harinya ia berhenti. Berhenti melakukan hal-hal yang dulu sering ia lakukan.

Melalui cerita dari beberapa teman saya ini, saya berpikir
Memang nyatanya tiap orang punya turning point mereka sendiri
Bahkan di sebuah sesi outbound pun, kurang lebih muncul pertanyaan  :

"Apa sih kejadian dalam hidup anda, yang menurut anda sangat berkesan?"

Anehnya, jawaban dari masing2 orang benar2 meredefinisikan turning point dari hidup mereka 
Bahkan kejadian kecil dalam hidup pun bisa menjadi turning point hidup kita kedepannya
Bagaimanapun juga, itu semua akan jadi bagian yang bisa mewarnai hidup kita
Ntah siapa, apa dan bagaimana bentuk dari turning point itu

xoxo