me myself and i

My Photo
ordinary girl,,,full time dreamer,,

Friday, January 13, 2012

KICK OFF CONCERT 2012 : FOSTER THE PEOPLE



2012 oh 2012
benar2 tahun penuh ketidakpastian
ketidakpastian krn hari demi hari dilalui
dengan berita konser artis yang akan tampil
jantung mulai berdegup kencang
bagaimana ini oh bagaimana?
rasanya saya sudah mau mengibarkan bendera putih di depan rumah
tanda menyerah pada berita konser2 sepanjang tahun 2012
hahahhaha

Kick off concert 2012 dimulai pada 11 Januari 2011 (bukan judul lagu yang terkenal itu)
sesungguhnya beberapa trend belakang konser bukan dimulai saat konser itu sendiri terjadi
melainkan pada saat hari H pre-sale tiket digelar
semua orang mulai panik menyelamatkan tiket masing2
hahahaha aneh tapi nyata memang
saya sendiri rencananya membeli tiket pre sale yang mulai dijual pada Brightspot Market, 24 November 2011. rasanya rentang waktunya cukup wajar untuk ukuran penjualan tiket pre sale sekitar 2 bulan. rekor saya pecah pada saat konser KAHITNA, September 2011 dimana saya sudah membeli tiket di bulan April 2011
luarbiasa kejamnya kehidupan perkonseran akhir2 ini

Dan akhirnya hari ini datang juga, 11 Januari 2011,
konser grup band bernama FOSTER THE PEOPLE


Saya pribadi sering mendengar lagu andalan mereka, Pumped Up Kicks di radio2 ibukota
dengan frekuensi pemasangan yang cukup sering. selain permainan beat yang cukup unik, seperti halnya yang diperkenalkan oleh Phoenix, Two Door Cinema Club, dan Tokyo Police Club, perhatian saya tersita pada penampilan mereka di Festival Lollapalooza

Saya kebetulan streaming rangkaian artist yang mengisi festival tersebut dan pada saat itu bisa dibilang penampilan grup ini cukup mengesankan. si vokalis berkemeja bernyanyi dgn penuh semangat dibalik keyboard. disitulah pertama kali saya mendengar lagu-lagu lain selain single andalan mereka.

Saya bermimpi pada saat itu, untuk mengunjungi Lollapalooza di tahun berikutnya (2012)
namun ternyata jodoh berkata lain, lewat jaringan linimasa Twitter, Foster The People akan menyambangi Jakarta bulan Januari 2012. tanpa pikir panjang saya membeli tiketnya.
dengan adanya ekspektasi bahwa setidaknya penampilan mereka secara live sama atau bahkan lebih bagus dari Festival Lollapalooza

Maka sampailah saya di Tennis Indoor Senayan pukul 7 malam lewat dengan asumsi jam 8 nya mereka main. band ini diperkirakan akan memainkan smua lagu di album "Torches" jadi kemungkinan besar akan selesai jam 9 mlm (asumsi saya).
sampai di venue, saya dan beberapa kawan serta sepupu saya masuk ke Tennis Indoor dengan sekelibat melihat penampilan Agrikulture di panggung depan. anehnya jam 7.15 festival baru terisi 1/4 nya cukup lenggang memang. kami memilih tempat di sebelah kanan panggung mengarah ke pertengahan ruang festival. terlihat beberapa anak ABG berseliweran disana. hal ini memang tidak dapat dielakkan mengingat trend musik masa kini memang digemari oleh anak2 ABG.

Kira2 pukul 8 kurang penonton mulai maju kedepan dan pukul 8.15 show dimulai lagu pertama yang dimainkan Houdini. cukup mengherankan memang penempatan setlist dari Foster The People. seakan mereka langsung menggeber energi dari band maupun penonton yang sudah mulai berjingkrakan. tata lampu memang cukup mumpuni, namun untuk sound pada lagu pertama ini sangat terdengar agak mendem. kemudian lagu hits mereka langsung dimainkan Miss You, Life on Nickel, I Would Do Anything (lagu favorit saya yang dibawakan secara sempurna), Broken Jaw, Waste, Call It What You Want, Dont Stop, Say It Aint So (lagu milik Weezer), Helena Beat kemudian Encore : Ruby (sangat surprise lagu ini dimainkan mengingat temponya yang cukup slow dan sedikit miris), Warrant dan terakhir lagu yang membuat mereka terkenal Pumped Up Kicks (dimainkan dengan aransemen yang berbeda). nyaris 1,15 jam mereka berhasil menaklukkan publik Jakarta. favorit saya, Call It What You Want, I Would Do Anything For You, Waste dan Pumped Up Kicks tentunya dimainkan.




Yang menarik menurut saya adalah kembali lagi soal cara mereka menata setlistnya. seakan akan membawa penonton seolah kehabisan napas dengan tempo lagu2 awal yang cukup membuat koor panjang dari penonton dan juga menguras banyak tenaga untuk berjingkrakan di awal. sehingga tempo sedikit turun pada lagu Say It Aint So dan kembali meredup di lagu Ruby. ntah kenapa menurut saya setlist ini meskipun kita smua tau akan klimaks di lagu Pumped Up Kicks tapi seolah kurang mengalir.

Bagaimanapun juga saya harus mengapresiasi kemampuan Mark Foster yang sangat santai membawakan lagu2 nya dan seolah larut dari segi lirik maupun pembawaannya. saya cukup menyukai intro speech yang dikatakannya sebelum menyanyikan lagu Waste. sangat pas untuk menggiring kita ke lagu tersebut. sang vokalis pun berujar sebelum menyanyikan lagu dari Weezer bahwa sebelum show dia bertemu dengan seseorang yang menggunakan kaos dari band tersebut dan membuatnya menyanyikan lagu grup band tersebut dalam setlist malam harinya. sungguh salut siapapun orang yg bisa menginspirasi sebuah band untuk menyanyikan lagu favoritnya. pada lagu terakhir, sang vokalis mencondongkan badannya ke arah penonton bagian depan sehingga agak terjadi tarik2an di depan barikade.hahahaha

photos by Dekke



Secara keseluruhan konser Foster The People ini sangat menyenangkan dan saya cukup puas menyaksikan band ini sehingga tidak harus meraung2 memandangi video performance mereka di Lollapalooza.

Suasananya menyenangkan, karena hampir sebagian besar penonton memang mengerti dan hafal lagu-lagu mereka. mungkin juga karena band ini memang sedang hits di kalangan anak muda dan baru mengeluarkan satu album sehingga mayoritas penonton hafal. seperti yang telah disebutkan, meskipun sound agak bermasalah namun penampilan mereka mampu menutupinya (performancenya cenderung rapi). Foster The People mampu membuat penontonnya antusias mendengarkan dan menikmati setiap lagunya sampai2 ada yang nyeker karena kecapean mungkin. sepatunya pun di hentakkan ke udara pada saat lagu Pumped Up Kicks (saya melihat seorang bule melakukan hal tersebut di bagian depan panggung).

Lighting perlu saya puji mengingat pergantian lighting pas dengan lagu yang dimainkan dan entah bagaimana saat difoto menggunakan kamera bb pun warnanya menjadi bagus. ini mengingatkan saya akan konser Phoenix, 2009 yang pernah saya tonton. baik jenis musiknya, suasananya, dan terutama lightingnya yang bisa dibilang mirip.

Yang agak mengganggu jarak pandang saya adalah seorang penonton yang mengibar2 kan kaos sehingga menutupi pandangan penonton di belakangnya. selanjutnya ada pula penonton yang mengabadikan foto melalui telepon seluler dengan ukuran yang cukup besar. mungkin tidak sebagian org mengerti bahwa setidaknya ada sedikit tata krama apabila anda menonton di level jarak pandang yang sama yaitu bagian festival, dimana setiap orang memiliki hak yang sama untuk melihat band/artist yang perform tanpa adanya gangguan dari pihak lain. sekedar saran saja sih, ada baiknya anda menghormati juga hak orang lain yang ada dibelakang anda :D

Sepertihalnya yang saya tulis di account Twitter @pitypiluss :

"kick off concerts of 2012 ..
great performance, wonderful lighting, good crowd, FUN NIGHT!"

Mengutip lirik I Would Do Anything For You, saya pun jatuh cinta pada performance mereka,

"Ooooh la love, I've fallen in love and
it's better this time than ever before..."


xoxo

Thank You Julius Pratama and Dekke
(Pumped Up Kids)


P.S : urutan setlist dapat dilihat di http://www.setlist.fm/setlist/foster-the-people/2012/tennis-indoor-senayan-jakarta-indonesia-23d1644b.html

Saturday, January 07, 2012

A Walk Down Memory Lane




Berikut ini adalah catatan perjalanan saya di akhir tahun 2011
rasanya perjalanan kali ini merupakan hal termanis untuk menutup tahun
dan bahkan rasanya bisa mengalahkan rasa gemerlap tahun baru sekalipun

Mengapa?

Karena perjalanan itu dilakukan bersama sahabat saya, bertemu sahabat disana, obrolan yang menyenangkan dan tempat2 yang sangat nyaman untuk disinggahi
serta yang terutama sekali, semuanya terjadi di BANDUNG
rumah kedua saya,selain jakarta
mungkin sederhana ya, bandung yang notabene hanya 2,5 jam perjalanan dengan travel
namun terlalu banyak hal yang tersimpan dsana, terlalu banyak cerita yang terungkap maupun tidak

Kami pergi bertiga, saya dan 2 teman saya semenjak pertama kali menginjakkan kaki dsana (2004), Indri Aryani dan Maria Windita


Kami mengalami banyak hal di kota ini,, dari awal masuk sampai lulus di 2008
mungkin apa yang kami alami berbeda satu sama lain, yang pasti kota ini banyak mengajarkan berbagai hal, mulai dari kemandirian sampai bertahan dari semua rasa yang tak tentu arah..

Rencana ini sudah agak lama tersusun dan sebenarnya agak sedikit mendadak dari segi persiapan
Herannya sehari sebelum keberangkatan, sepucuk email mampir ke inbox dan berisi jadwal perjalanan lengkap dlm bentuk excel,.
Si ibu event, Indri Aryani rupanya sangat berdedikasi untuk membuat jadwal perjalanan lengkap dengan durasinya.hahahah hebat.

27 Desember 2011

Kami berangkat dan kurang lebih 3 jam kemudian kami sampai ke tentu saja dkiosk setiabudi..dan disinilah semua rencana dimulai,.
Bermodalkan secarik kertas kami memulai petualangan hari itu..

mulai dari makan di dkiosk, nyebrang ke rumah mode dan balik menyebrang ke butik2 disebrangnya..hahaha merasakan hal yg dulu kami rasakan,..jalan kaki kemana2 dan naik turun angkot..menyenangkan
Lalu sore harinya, kami baru masuk ke penginapan yang lokasinya persis di belakang kampus..
ya bisa dibilang perjalanan ini merupakan nostalgia jaman kuliah dulu..


Kami makan malam di Maxi's dan disinilah kami bertemu dengan teman seperjuangan jaman awal kuliah, Rangga Wiraspati. Kami bertemu lagi setelah terakhir bertemu di wisuda pertengahan tahun lalu..bisa dibilang kami melewati masa2 bersama cukup banyak terutama awal2 masa kuliah, sesi ntn DVD super absurb sampai makan siang bersama pun dilalui..rasanya cukup seru, bedanya kali ini kami tidak lagi membahas masa lalu..


Dan hari inipun ditutup dengan sesi ntn Sherlock Holmes di PVJ..hahaha tempat yang pada masa akhir kuliah dulu sangat amat ramai dikunjungi..anehnya meskipun bukan malam minggu namun mayoritas orang bergaya ala malam minggu dan lebih anehnya lagi tiket ntn dijual dengan line yang sama seperti line beli makanan dan minuman..menurut saya ini cukup ajaib..hahahaha


28 Desember 2011

Hari ini dimulai dengan pergi ke tempat bernama tujuh sebelas..apa itu tujuh sebelas?coba tanyakan mayoritas anak2 kampus di area Ciumbeluit, pasti tak asing dengan nama itu..yg pasti ini bukan 711 yg hits di ibukota. . dan lucunya, mbak2 kasirnya masih sama..huahhh nostalgia skali..hihihi

Selanjutnya perjalanan naik angkot membawa kami melewati kost semasa dulu..72..mengingatkan akan segala kebengalan jaman dulu, loncat pager dsb..hahahaha
angkot pun membawa kami ke Jl Braga..jalan ini mungkin tidak begitu spesial bagi sebagian orang, tapi bagi saya pribadi sungguh mengesankan..

Dahulu, saya nyasar sampai sini, masuk ke sebuah bakery tempo dulu dan perjalanan itu mengubah hidup saya..kenapa?karena sejak itu saya selalu keluar dari bakery dengan kardus atau tas kresek lebih dari satu..hahahah..bakery ini juga memiliki tempat makan,,kami sedikit nostalgia dengan makan es krim dan bistik..nuansa dari bakery ini, Sumber Hidangan cukup khas..karakter tempo dulunya sungguh khas..yang mengesankan adalah sapaan si ibu2 yang melayaninya "eh si eneng Ciumbeluit"..hahaha ini menjelaskan kenapa bakery ini mengubah hidup saya dan belanjaan yang saya bawa..

Selanjutnya kami pergi ke resto berwarna merah, masih di jalan yg sama, bernama Sugar Rush..kesan yang didapat dari resto ini sangat unik..penuh dengan lukisan dan lampu2 yang jarang saya lihat di ibukota sekalipun..menarik..menu nya juga cukup menarik dan harganya sangat amat ekonomis..senangggg..



Perjalanan dilanjutkan menuju EST dengan berjalan kaki..hihihihi seperti biasa pemilihan barang2 di butik ini sangat unik..sangat amat menarik hati..tak berapa lama kami menyebrang ke tempat bernama Origin.. dan dsinilah kehebohan terjadi..


Teman2 semasa kuliah berkumpul bersama..setelah sehari sebelumnya masing2 diberikan jadwal tempat yang akan kami kunjungi..hahahha cukup gila ya kami..akhirnya Bumil Avie, Kika dan Mya hadir meramaikan perjalanan kami..dan disinilah rahang kami hampir patah..rasanya tak cukup waktu 2 jam untuk bertemu dan bersenda gurau..ahh rasanya seketika ingin pindah ke kota ini saja..



Kemudian kami berpindah ke Widely Project dengan kemurahan hati dari Neng Kika untuk mengantar kami dan dengan sangat menyesalnya dia harus melihat kekalapan kami bertiga..hahahaha..toko ini menarik, dan saking menariknya mampu membuat Indri Aryani bolak balik mencoba serta membeli baju idamannya..hiihihihi

Tempat terakhir yang kami kunjungi hari ini adalah Hummingbird..kembali dengan tebengan Neng Kika kami sampai dengan selamat sentosa..konon tempat ini terkenal mengantre dan benar adanya..tempat yang menyenangkan, makanan yang enak dan dessert yang menggiurkan.. Rangga Wiraspati bergabung lagi disini dan anehnya pembicaraan malam ini terkesan lebih berat dari malam sebelumnya..mungkin jauh dari konsep2 hidup yang kami bayangkan 8 tahun yang lalu..

Malam ini ditutup dengan cukup menyenangkan..banyak canda tawa hingga berlinang airmata juga banyak cerita2 yang tidak pernah terungkap sebelumnya..

29 Desember 2011

Hari terakhir di kota ini diisi dengan packing..pagi harinya saya mengantar barang terlebih dahulu ke travel dan kami berjanji bertemu dengan Neng Kika di Supermarket Setiabudi..supermarket ini dulu menjadi tempat pelipur lara paling handal..dikala hati gundah gulana, kami sering menghabiskan waktu disini..niscaya kami bahagia selepas keluar dari sini..
Di belakang lokasi supermarket ada Mangkok Ayam yang dekornya unik..selanjutnya perjalanan membawa kami ke baju sepatu tas dan berakhir di toko pecah belah..aneh??hahahah memang aneh namun sangat seru melihat gelas piring bahkan udekan teh sekalipun..(iya tau anak yang aneh memang)..



Dalam perjalanan pulang, saya jadi berpikir..
Mungkin kalo kami tidak dipertemukan 8 tahun yang lalu, kami tidak akan seperti ini
Buat saya pribadi, Bandung telah memberikan banyak kenangan
Meskipun tidak semuanya menyenangkan, tetap saja kembali kesana seperti halnya menemukan sebuah mainan baru
Gembira, penuh tawa, senyum dan banyak hal yang bisa digali
Seperti halnya pulang ke rumah setelah perjalanan lama
Ada semacam energi yang kembali didapat setelah pergi kesana
Entah itu cerita entah itu pengalaman
Yang pasti semuanya terasa indah dan menyenangkan
Semoga di kemudian hari kami masih bisa seperti ini
Entah brapa lama lagi, kami akan kembali, pasti.

Terimakasih semuanya atas perjalanan yang menyenangkan ini
Akhir tahun 2011 yang terlalu manis untuk dilupakan (mengutip judul lagu dari SLANK)
Terutama untuk Indri Aryani dan Maria Windita
xoxo


P.S : all photos taken from Maria Windita's camera and my cellphone

Saturday, November 26, 2011

GALA PREMIERE : ARISAN2




"teman datang dan pergi
tapi teman sejati selalu dihati..."


(poster diambil dari : http://arisan2.com/)

Film Indonesia apa yang paling saya tunggu sekuelnya, jawabannya sudah pasti ARISAN2. Dan ketika mendengar berita berseliweran lewat linimasa twitter, rasanya tak sabar untuk menonton film ini. Berita sekuel ini klo tidak salah sudah ada sejak akhir tahun lalu dan jadwal tayang film ini baru akan diputar serentak tanggal 1 Desember nanti. Hebatnya hari ini, tanggal 26 November 2011 telah ada pemutaran midnightnya. Luar biasa antusiasme penonton yang pastinya telah menonton Arisan! sebelumnya.

Kenapa film ini cukup dinanti oleh penontonnya? Pertama karena pada masanya, 8 tahun yang lalu, film ini sangat amat membuka mata publik tentang realitas kehidupan kaum urban, Jakarta yang tidak pernah tersentuh sebelumnya. Kedua, jelas pemilihan pemain yang tidak biasa memberikan nuansa baru bagi penonton Indonesia. Saya ingat, 8 tahun yang lalu, saya kelas 3 SMU dan Tora Sudiro berhasil membuat saya tergila2 pasca menonton Arisan. Bahkan saya memiliki DVD Arisan! penuh dengan tanda tangan pemainnya dan tak lupa pula OSTnya. Kegilaan lain, hanya orang terdekat saya yang tau..hahahaha

Jelang pemutaran perdana film ini, saya tidak kehabisan akal. Nyaris semua kuis yang ada di linimasa twitter saya ikuti, namun hasilnya nihil. Memang jodoh tidak kemana, teman baik saya dan pacarnya, @bunnyluff dan @ajilained berbaik hati memberikan tiket gala premiere Arisan2 untuk saya dan teman saya @tanyaooo (partner in crime saya). Thank you very much, both of u..really2 appreciate it..

Pemutaran perdana film ini (Gala Premiere) berlangsung di XXI PS yang pada hari itu bertepatan dengan event Brightspot Market di lantai yang sama. Jadi bisa dibayangkan betapa ramainya suasana PS hari Kamis, 24 November 2011. Wajah-wajah familiar di layar kaca banyak berseliweran serta penonton undangan lain yang berdandan sangat2 rapi. Hebatnya, 8 studio digunakan untuk pemutaran Arisan2 dan para undangan antri panjang hingga depan restoran Marche.Luar biasa mencengangkan.

Setelah mengantre, kami masuk ke theater 1 dan film dimulai kurang lebih pukul 9 malam. Sebelumnya diputar video klip "Cinta Terlarang" yang dinyanyikan ulang oleh Rio Dewanto, pemain baru dalam sekuel arisan. Re-make lagu ini nampak lebih slow dibandingkan sebelumnya yang cenderung bertempo cepat. Kemudian tak lama filmpun dimulai.

Akhirnya, setelah beberapa ulangan DVD Arisan! saya tonton berkali2, saya bertemu kembali dengan Meimei, Andien, Sakti, Nino dan Lita. Kelima sahabat ini masih menjadi tokoh sentral, masing dengan karakter yang sama namun lebih dewasa dari segi tampilan. Cerita dari sekuel ini sesungguhnya merupakan sambungan dari Arisan! The Series yang dahulu pernah ditayangkan oleh sebuah stasiun TV swasta (saya berharap series ini dibuat dalam bentuk DVD). Andien saat itu dirundung duka atas kepergian suaminya, Lita mengandung anak diluar nikah, Sakti dan Nino hubungannya agak merenggang dan Meimei yang sedang menjalani proses perceraian. Setting film ini berawal dengan tampilan laut dan pantai yang berlokasi di Gili, dimana Meimei dan Talu (anak dari Lita) sedang berlibur. Sebaliknya, Andien, Lita, Sakti dan Nino sedang berada di Jakarta dengan problematikanya sendiri. Hadir beberapa tokoh baru, seperti Dr Tom (healer), Mas Gerry (pacar dari Sakti), Octa (pacar Nino), Molly, Dr Joy (baca Zoooy) dan Ara (socialite baru). Andien sendiri masih berupaya untuk eksis dengan merancang event bagi ibu2 Arisan terdahulu. Lita sibuk dengan kegiatan kepartaiannya. Nino sibuk dengan Octa dan premiere filmnya serta Sakti dengan Mas Gerry juga pekerjaannya. Dengan segala kesibukan yang mereka jalani, ada satu moment dimana mereka semua akhirnya kembali bersama untuk mencari tahu sesuatu yang terjadi pada sahabatnya.

Perbedaan dengan Arisan! adalah dinamika dari permasalahan dan juga emosi yang dimainkan oleh pemerannya. Menurut saya, sekuel ini lebih mengaduk2 emosi dari film terdahulu. Mungkin ada pengaruh selang 8 tahun yang juga direpresentasikan lewat problem yang dialami oleh masing2 karakter seiring dengan pertambahan usia. Satu hal yang menarik, banyak kejadian sehari2 yang dicapture oleh film ini, misalnya scene penggunaan plastik untuk gorengan, dan scene Octa yang senantiasa mengupdate twitter sebagai representasi dari geng eksis 20ish. Octa sendiri diperankan dengan sukses oleh Rio Dewanto. Saya pikir ini film terbaiknya setelah ? (Tanda Tanya). Tagline favorit saya, yang juga ada di trailer film ini "seneng banget bisa hoilday in the middle of working day!"..JUARA.

Hal lain yang menarik adalah pengambilan gambar yang khas dari sutradara Nia Dinata yang menurut saya berbeda dengan sineas lainnya. Sangat amat apik. Pemilihan lokasi juga sangat baik dengan menghadirkan Gili dengan pantai yang sangat amat bagus dan menarik, juga Candi Borobudur. Scene favorit saya adalah perayaan Waisak di Candi Borobudur. Sangat amat menginspirasi.

Dalam film ini, ada sesuatu yang bisa dipetik selain indahnya persahabatan antar kelima tokoh utama, yaitu pentingnya bersyukur. Ada beberapa scene dimana baik secara implisit maupun eksplisit, kita diingatkan untuk tetap bersyukur bukan malah meminta lebih. Dialog2 tentang hal ini mengalir begitu saja, dan pada saat film ini selesai mampu membuat penonton, terutama saya berpikir.

Secara keseluruhan saya sangat menyukai Arisan2 ini. Sangat menyenangkan melihat kelima sahabat dengan problematika mereka dan juga dialog2 yang sarat akan makna. Apapun masalah yang dihadapi, melalui film ini kita disadarkan bahwa teman2 terbaik akan selalu ada disana, mendukung tanpa menghakimi apapun keputusan yang anda buat.

Yang nampak lain adalah absennya kegiatan arisan sepertihalnya yang ada pada Arisan! sebelumnya. Namun hal ini menurut saya tidak mengurangi pandangan saya terhadap film tersebut. Salute untuk semua cast dan crew dalam film ini yang berhasil merangkai cerita sekuel Arisan dengan sangat sempurna.

Hal yang menarik pada Gala Premiere ini adalah kehadiran sutradara dan cast pada saat penonton keluar dari theater. Saya dan teman2 saya duduk di theater 1, ketika keluar terdapat Nia Dinata, Edward Gunawan (Tom, healer) dan juga Cut Mini yang menyalami penonton untuk berterimakasih atas kedatangan mereka. Pemandangan yang cukup jarang terjadi saat pemutaran sebuah film, khususnya di Jakarta. OST dari film ini juga pas dan easy listening, seperti re-make Cinta Terlarang dan juga lagu Dibully Asmara. Kemudian, penonton dibagikan tote bag, yang masing2 terdapat cuplikan quotation dari filmnya. Sungguh unik.


Menurut saya, film ini patut ditonton sebagai alternatif hiburan diantara dominansi film2 Hollywood di bioskop. Bahkan saya pun berencana untuk nonton lagi tanggal 1 Desember nanti.

Oh ada satu lagi quotation dari Arisan2 yang cukup menarik :

"Mulut itu cuma numpang lewat, kata-katanya tetap dari hati..." -Molly


Selamat menonton smuanya..
Saya yakin anda pasti akan berpendapat yang sama
xoxo




Saturday, November 19, 2011

TERLALU MANIS : #URBANJAZZCROSSOVER 2011




"terlalu manis untuk dilupakan....
Urban Jazz Crossover 2011"


saya kira The Script adalah konser terakhir yang saya tonton
sampai dengan akhir 2011 ini
namun ternyata nasib berkata lain
di suatu malam, melalui sebuah kuis pada saat streaming di 101 JakFM hari sebelumnya,
saya memenangkan tiket untuk menonton #urbanjazzcrossover
sebetulnya saya pernah melihat selintas iklan tentang acara ini di tol menuju Cawang
dan yang saya ingat betul,
acara ini melibatkan satu nama yang merupakan idola saya sejak lama
KAKA SLANK


(foto oleh @rinabibi , Sabrina Aziz)

singkat cerita saya mengambil tiket pada hari sesudahnya,
hari Jumat 19 November 2011
dengan melalui proses yang cukup panjang
(sedang ada demo di dekat lokasi dan kesasar mencari kantor radio ini)
lalu malam harinya sekitar pukul 7 malam saya sudah berada di Balai Kartini, Kartini Expo
teman saya, Sabrina Aziz tak lama menyusul
nampak banyak wartawan musik yang hadir krn pembahasan diluar gedung seputar UrbanFest yang akan diadakan Sabtu dan Minggu, keesokan harinya

setelah sebelumnya mencari info, saya akhirnya tau bahwa para musisi yang terlibat tak hanya Kaka, melainkan juga David NAIF, Syaharani, Once, Firman, Ira Swara, Raisa, Ras Muhammad, Krisyanto, serta music director Viky Sianipar
acara dimulai pukul 9 malam, dengan menampilan grup akustik yang bermain mirip dengan Mike's pada konser The Script minggu sebelumnya
belakangan saya tau grup ini bernama Jakarta Journey
mereka tampil memukau dengan menyanyikan Mr Brightside dan Use Somebody

layar kemudian berubah menjadi gemerlap dengan
tata lampu yang luarbiasa memanjakan mata
visualisasi ditembak dengan cukup sempurna.
Syaharani memulai dengan lagu Elevation milik U2
kemudian penyanyi pendatang baru, Raisa menyanyikan Sweet Disposition
memang vokal wanita berparas cantik ini tak ada duanya
lalu Firman melanjutkan dengan tembang
Sedang Ingin Bercinta dan Price Tag
vokalis papan atas Indonesia, David NAIF kemudian membawakan Nothin on You, Most Beautiful Girl dan Beautiful Ones..dengan jas merah beludru, David berhasil membuat penonton yang tadinya duduk berdiri berhamburan menuju panggung..salute!

Ira Swara, yang dikenal sebagai penyanyi dangdut kemudian membawakan Cinta Satu Malam, Don't Cha, Primadona dan yang paling fantastis In The End
Raisa kemudian kembali hadir dengan Saat Terakhir..sesaat saya lupa kalo lagu ini dipopulerkan oleh ST12..Raisa sungguh berhasil membawakannya tanpa cela dan membuatnya menjadi catchy dengan penekanan pada "kamu..kamu..kamu"
Ras Muhammad masuk membawakan lagu Bebas
Krisyanto - Syaharani berduet lagu Panah Asmara
Raisa kembali hadir dengan California milik Phantom Planet

Once masuk membawakan Bicycle Race dan secara sempurna menyanyikan lagu lawas milik DEWA19
Aku Disini Untukmu (lagu favorit saya)
All for One dinyanyikan bersama oleh Once, Krisyanto dan Firman
kemudian Krisyanto dengan Rumah Kita nya
dan inilah saatnya, KAKA SLANK muncul dengan jeans dan jas abu2 membawakan tak lain dan tak bukan "Terlalu Manis"
bisa dibilang vokalis ini penuh dengan kharisma dan juga enerjik
hanya seorang Kaka lah yang bisa bernyanyi sambil naik ke atas speaker panggung sambil memutar2 mic dan terlihat sangat santai..LUAR BIASA!
baru kali ini saya melihat performance jarak dekat dari vokalis SLANK ini
benar2 terpukau dibuatnya
setelah itu ending dari UrbanJazzCrossOver ini ditandai dengan duet Kaka dan David menyanyikan Satisfaction lalu semua pendukung acara lainnya masuk ke panggung
yang menarik entah semacam gimmick atau bagaimana, pendukung acara lain membuka jas dari Kaka dan juga kaos dari David sehingga pada akhirnya kedua vokalis ini bernyanyi dengan bertelanjang dada..yah pemandangan apik dari otot2 six pack keduanya,,hahahaha





(foto2 diatas merupakan foto hasil jepretan @rinabibi dikarenakan zoom bb saya yg tdk berfungsi :( Thank You Sabrina Aziz )

overall penampilan dari smua musisi yang terlibat sangat amat baik
membawakan musik yang berbeda, baik dari segi aransemen, genre dan cara membawakan lagu tersebut
bisa dibilang smua musisi memberikan performance terbaiknya
mungkin juga karena Jakarta merupakan
kota terakhir dari rangkaian Urban Jazz Cross Over ini
untuk saya pribadi konser ini sangat menyenangkan krn akhirnya setelah sekian lama saya melihat langsung penampilan dari Kaka SLANK dan David NAIF (*winks to Sabrina*)
dan tak lupa juga musisi muda berbakat dengan suara yang khas, Raisa

seperti yang saya tulis di account twitter saya @pitypiluss :

sungguh memanjakan mata dengan visualisasi luarbiasa dan juga racikan musik lintas genre yg memukau.SALUTE!

sesuai dengan taglinenya : "get ready for a musical experience with a twist" maka acara ini berhasil memberi pengalaman tersendiri dalam menikmati musik lintas genre ini..
benar2 penuh persiapan yang matang dari kostum musisi, visualisasi, aransemen musik dan pemilihan lagu.

salah satu hal yang menyenangkan, membanggakan dan TERLALU MANIS adalah
tweet saya di RT oleh idola saya Kaka SLANK
*super happy*
(@pitypiluss)


i cant wait for ur next performance
kalo bisa ultah SLANK berikutnya
(terakhir saya nonton ultah SLANK ke 20 kalo tidak salah di JCC)

Big Thanks to Sabrina Aziz (@rinabibi)
buat menemani menonton konser ini dan juga foto2 ciamiknya
*hugs*

sampai jumpa di konser tahun 2012
next : Foster The People, 11 Januari 2012


Sunday, November 13, 2011

CONCERT O CONCERT


beberapa waktu yang lalu saya menemukan potongan2 tiket konser saat membersihkan kamar
ternyata saya menyimpan potongan tiket
sebagai kenang2an
dari konser2 yg pernah saya datangi
tapi tak sedikit juga yang hilang entah kemana
anganpun melayang
sejak kapan saya suka menonton konser ataupun showcase sebuah band
sayapun tidak ingat


Harmoni, Rossa, Masterpiece EG, GIGI, Java Jazz,
The Journey of Yovie Widianto, 25thn Kahitna, Black Eyed Peas, Linkin Park


mungkin orang bertanya2 kenapa saya suka skali nonton konser
jawabannya simple, karena saya suka musik
dan segala euphoria yang ada di dalamnya
seakan menjadi bagian dari sebuah karya dari artist/band favorit
rasanya sungguh menyenangkan
orang bisa bilang kalau ntn konser itu hanya menguras kantong semata
menurut saya ya tergantung orangnya, terkadang kenangan semacam itu susah untuk didapat
yah gimanapun juga balik lagi ke cara pandang masing2 orang
lagian ga semua hal bisa diukur secara materiil

bahkan kadang2 saya senang menonton showcase dari artist/band secara free
sewaktu kuliah di Bandung, saya pernah menonton White Shoes di Potluck dan juga showcase Efek Rumah Kaca di Tobucil
sewaktu kembali lagi ke Jakarta, saya pernah menonton showcase Duncan Sheik di aksara, kemang dan juga Pure Saturday di Barcode
terkadang showcase semacam ini efeknya lebih mengena karena
sebagian besar penonton yang datang
memang pendengar setia dari artist/band tersebut
jadi ga selamanya kan menonton musik berkualitas itu
identik dengan budget besar

selain itu yang menarik buat saya adalah event HARMONI
menurut saya acara itu sangat berkualitas dan menunjukkan kemasan lain dari musik Indonesia yang dimainkan dengan apik serta lintas genre
kebetulan tahun 2010 saya beberapa kali menonton acara tersebut di Balai Sarbini dan masih membekas di ingatan saya bagaimana seorang Andi Rianto mengubah aransemen lagu terkini macam Aishiteru, Cari Jodoh, Cinta dengan kemasan yang menarik

untuk tahun ini saya sudah menonton

Masterpiece EG, 26 Februari 2011
Duncan Sheik (Aksara-surprise gig), 27 Februari 2011
Bruno Mars, 5 April 2011
GIGI Sweet Seventeen, 26 Mei 2011
25thn KAHITNA : Cerita Cinta, 15 September 2011
Linkin Park, 21 September 2011
Pure Saturday (Barcode), 25 September 2011
The Script, 12 November 2011
Urban Jazz Cross Over, 19 November 2011

terlalu banyak kenangan, terlalu banyak cerita
dari masing2 konser/acara musik yang pernah saya datangi
yang pasti rasanya sangat menyenangkan
terimakasih orang tua saya dan keluarga lainnya
yang menjadi teman setia menonton konser setiap tahunnya
sahabat2 yang mau menemani nonton
dan teman2 yang tak sengaja bertemu di konser


saya berharap bisa menonton lebih banyak lagi konser tahun depan, 2012
semoga semoga saya bisa menonton Konser SLANK, Foster The People dan Coldplay
(2012 wishlist)

AMIN





Saturday, November 12, 2011

THE BAND WHO CAN'T BE MOVED : THE SCRIPT



"Like one of their songs, the man who can't be moved
i must say that they are
the band who can't be moved"

Akhirnya hari ini datang juga 12 November 2011
dalam rangka memperingati GUINESS ARTHUR'S DAY
bertempat di pullman ballroom, central park
tampil sebuah band yang jelas memiliki massa yang cukup banyak
THE SCRIPT



Siapakah THE SCRIPT?
mungkin pertanyaan ini sebaiknya dilayangkan
kepada mereka yang umumnya memiliki semacam kegalauan pada fase hidupnya
kemudian mendengarkan lagu mereka di radio atau playlist iTunes
dan meresapi liriknya,,
maka anda akan menemukan satu dua atau bahkan satu album penuh dari grup band ini
saya sendiri mengenal lagu mereka pada saat menonton 90210 dan band ini menjadi salah satu bintang tamunya..
luar biasa memukau
easy listening namun sarat akan lirik penuh makna
itu kesan pertama saya

Masuk ke arena konser sendiri, tertulis di tiket bahwa akan mulai pada 17.59
namun ternyata entah tanpa pemberitahuan sebelumnya atau tidak
beberapa penyanyi dan band menjadi opening act dari acara ini
pertama kali masuk ke venue, penonton diberikan gelang semacam gelang power ranger yang kemudian di pair kan ke social media account anda lalu anda akan mendapatkan beer guiness berbentuk kaleng


Ini mungkin menjadi alasan yang cukup kuat bahwa event ini merupakan event 21 +
bisa jadi krn sponsornya adalah perusahaan beer terkenal yang notabene hanya bisa dikonsumsi oleh orang dewasa
ntah menguntungkan atau tidak, pemandangan venue jelas didominasi anak2 kuliahan dan pekerja muda yang benar2 tahu siapa itu The Script dan hafal lagu2nya

Event ini dibuka dengan penampilan stereocase di ruangan outdoor
lalu masuk ke venue sendiri yang berupa ballroom dan mengingatkan akan venue serupa di
Ritz Carlton , Pasific Place sewaktu saya menonton Kings of Convenience

Kemudian berturut2 seorang wanita muda menyanyikan
Someone Like You dan If I Were a Boy
Mike's yang merupakan band langganan nikahan masa kini dan pasti anak Selatan Jakarta cukup familiar dengan band ini. Saya sendiri baru pertama kali melihat band ini dan cukup dibuat terkesima. Mereka memainkan lagu kurang lebih 5 lagu (1979, Viva La Vida, Every Teardrops is a Waterfall) dan lagu mereka sendiri
Dan terakhir untuk opening act adalah Gugun and The Blues Shelter.
Agak sulit untuk band ini menaklukan penonton tidak seperti 2 pembuka sebelumnya
Untungnya ada pemain bass mereka, Jono yang dikenal sebagai host variety show yang mengambil hati dengan tingkahnya dan juga caranya berinteraksi dengan penonton

Setelah itu penonton diharapkan menunggu sekitar 30 menit untuk performance The Script
Jadi sekitar 2 setengah jam dari opening act ke performance dari main artist yang kira2 baru mulai sekitar jam 10 kurang..uhm..simpulkan sendiri bagaimana rasanya menjadi penonton di ballroom pullman

Lampu kemudian menyala dan terdengar intro samar2 dan inilah main actnya
THE SCRIPT
berturut2 menyanyikan hits mereka dan apa yang terjadi
semua penonton sing a long
apalagi untuk hits2 seperti The Man Who Can't Be Moved, Breakeven dan We Cry
tak ubahnya yang saya lihat di iTunes Festival via YouTube..permainan mereka sungguh rapi, minim jeda dan kelincahan Danny O Donoghue patut diakui jempol, juga parasnya yang membuat penonton histeris
saya pun terlarut didalamnya sampai2 saya lupa untuk mencatat setlist dari band ini..hahahaha

Berikut ini adalah setlist The Script yang saya sadur dari setlist.fm :
(http://www.setlist.fm/setlist/the-script/2011/pullman-ballroom-at-central-park-jakarta-indonesia-6bd1828e.html)

You Won't Feel a Thing
Talk You Down
We Cry
The Man Who Can't Be Moved
If You Ever Come Back
Before The Worst
The End Where I Begin
Science and Faith
Nothing
Dead Man Walking
Rusty Halo
Breakeven
For The First Time (encore)

Favorit saya adalah Before The Worst dan tentunya Breakeven
Yang menarik sebelum menyanyikan lagu Nothing,
sang gitaris yang juga sangat komunikatif berujar
sebaiknya sewaktu anda sedang "minum" jangan sekali2 dekat dengan mobile phone
karena akan berakibat fatal yaitu memencet nomer orang lain
hahahaha ntah kenapa hal ini adalah sangat amat benar
ternyata pengalaman itu merupakan ilustrasi dari lagu Nothing

Konser selesai tepat jam 11 malam dan menarik sekali saat MC mengumumkan
pada saat penonton keluar dari ballroom akan diberikan air mineral gratis
baru pertama kali saya datang ke konser dan diberikan air mineral secara cuma2
biasanya moment ini dipakai untuk berjualan air mineral atau minuman lain dengan harga yang melambung tinggi

Secara pribadi saya sangat amat puas dengan konser malam itu. Nyaris tanpa cela.
seperti yang saya tulis pada account twitter saya @pitypiluss :

best performance ever..good crowd, good sound and super awesome songlist..cant get enough of ..

Bila saya bisa mengambil salah satu kalimat dalam lagu The Man Who Can't Be Moved, maka saya akan berkata pada malam itu

"i'm not movinggg, i'm not movinggg ...
from this concert"



Special Thanks to Julius Pratama and Lukas Budi Setiawan


xoxo


















Sunday, October 09, 2011

"KITA"


"kita pernah punya mimpi bersama
aku dengan mimpiku
dan kamu dengan mimpimu
karena itu, kita tak pernah satu"


Thursday, September 22, 2011

IN THE END, IT DOESN'T EVEN MATTER!



LINKIN PARK
band beraliran agak keras ini lumayan diminati di Indonesia
mereka pernah kesini di tahun 2004
saya ingat, ketika itu show diadakan di Pantai Carnaval, Ancol
dan saya berada di festival bersama bapak dan sepupu saya
hari ini 21 September 2011 mereka datang lagi
dan lokasinya di Gelora Bung Karno


kami menonton dengan personil yg sama, saya, bapak dan sepupu saya
yang berbeda kali ini kami memilih di tribun Blue B
krn saya tidak berani mengambil resiko berdesak2an di festival
tiket dibeli jauh2 hari dengan sistem online
dan ajaibnya langsung print tiket
namun demikian saya melakukan sebuah kesalahan sehingga saya akhirnya datang ke tennis indoor pd saat pre sale guna print tiket (saat ini saya klik yang mengambil di kantor myticket)
untuk tribun dan untungnya saya beli pd saat presale adalah kemungkinan memilih seat di GBK
dan akhirnya kami duduk di L2-4

Berhubung sebelum hari H ada semacam pre concerts Big Wave maka ada baiknya saya bertanya2 kepada teman saya @chilesmana tentang venue dan lokasi antre serta gate masuk. Kami berbbm sampai dengan hari H dan lebih gokilnya lagi sebagai fans berat dari LinkinPark dia sudah berada di GBK sejak jam 8 pagi. Lewat perjuangannya itu, dia berhasil mendapatkan spot front row dibibir panggung dan ditunjuk oleh Mike Shinoda sebanyak 2 kali dan diberikan pick serta handuk. GOKIL


Kembali ke soal konser, teman saya ini bercerita bahwa pada saat BigWave tiketnya dan beberapa orang lain terdeclined/tidak bisa discan sehingga menimbulkan sedikit masalah. Kemudian dia kembali bercerita bahwa di tribun, meskipun tertera nomer seat tapi penonton duduk secara acak.

Mendengar cerita tersebut maka pada hari Rabu tersebut saya memutuskan datang lebih awal sekitar jam 5 sore untuk mengantisipasi hal tersebut. Dan benar ternyata, jam 6 sore gate 1 dibuka dan sampai pada antrean saya dan sepupu kami tertahan krn tiket terdeclined. Si pemeriksa tiket mengatakan tiket pernah terscan sebelumnya (padahal tiket itu asli beli di ticket box pada saat presale di Tennis Indoor). Sekitar 10 org mengalami hal yang sama, anehnya org2 di ticketing seakan lamban dan malah menyuruh kami untuk ke pintu masuk pintu 8. Dengan agak emosi dan adegan loncat pagar pembatas oleh saya, akhirnya orang ticketing berkemeja putih polos bertuliskan bigdaddy membolehkan kita masuk. Aneh menurut saya, jelas2 tiket kami itu asli, mayoritas kami membeli asli dan print tiket asli. Bahkan kalo mau dicek lebih jauh tertulis nomer kursi.

Oh well, akhirnya kami pun masuk. Duduk sesuai posisi dan benar ternyata banyak yang duduk serabutan sehingga pada saat konser akan mulai banyak orang yang kebingungan mencari tempat bahkan berdiri dijalanan. Nampaknya hal ini perlu dicermati oleh management dari big daddy yaitu bagian ticketing dan user di tribun

Selanjutnya konser dimulai sekitar jam 8 malam. Panggung tampak adem ayem dengan background hitam dan 2 layar besar di kanan kiri panggung. Tak berapa lama dicobalah fungsi monitor dan ternyata 3 monitor menayangkan latar yang sama. Luarbiasa terkesannya sederhana padahal visualisasinya sangat mumpuni.
Tanpa basa basi, konser didahului informasi tentang fans club dari LinkinPark secara worldwide dengan all accessnya. Cukup menarik.




Dan inilah saatnya, LINKIN PARK : A THOUSAND SUNS WORLD TOUR. tanpa kata pembuka, mereka langsung menggeber lagu dari Hybrid Theory maupun OST dari Transformer sekalipun. Berikut ini adalah lagu2 yang dinyanyikan :

The Requiem
Paper Cut
New Divide
Given Up
Faint
Empty Spaces
When They Come For Me
No More Sorrow
Waiting For The End
Iridescent
NUMB
The Radiance
Breaking The Habit
Shadow of The Day
CRAWLING
ONE STEP CLOSER
The Catalyst
IN THE END
What I've DONE
BLEED IT OUT!




mereka benar2 tampil ALL OUT dan tanpa cela, sama seperti performance mereka di tahun 2004. Vokal Chester dan Mike Shinoda benar2 prima dengan triakan disana sini..Visualisasi dan lighting benar2 sempurna bahkan setiap kali mereka bernyanyi muka para personilnya terpampang dilayar belakang dengan visualisasi yang dikemas dengan baik. Entah kenapa saya merasa ini ada campur tangan dari Mr Hahn, yang belakangan saya ketahui membuat trailer Desperate Housewives dan juga klip dari LP sendiri
yang amat membuat saya kagum bahkan para penonton di tribun berdiri sepanjang performance LP, bernyanyi bahkan berjingkrak2..luarbiasaaaa!
energi yang mereka keluarkan benar2 mempengaruhi penonton


yang saya sukai dari penampilan mereka kali ini yang tanpa cacat adalah paket yang sempurna antara kemampuan vokal, skill masing2 personil yang bisa memainkan lebih dari satu alat (oh mike shinoda :)) dan juga visualisasi apik seakan membawa kita larut didalamnya
saya pernah menonton mereka di channel V, live at madison square garden dengan panggung segitiga yang benar2 jarang ditemui di konser manapun..sungguh memukau.

selain itu mereka sangat loyal pada fans setia atau LP Soldiers dengan batas antara festival dan panggung yang cukup dekat serta lebar, kru yang membagikan pick sebelum konser dimulai dan pada akhir konser para personil membagikan stick drum, handuk dan minuman. bahkan Chester dan Mike Shinoda pun memberikan penghormatan terakhir pada penonton



terlepas dari masalah ticketing dan seats yang saya alami
saya akui kualitas sound dan visualisasi serta lighting
patut diacungi jempol

LINKIN PARK REALLY BURNS GBK
LIKE A THOUSAND SUNS

like they've said in their lyrics

"but IN THE END, it doesn't even matter"


note : mike shinoda looks definitely CUTE and chester's style looks like chris martin.


see you in my next concerts : The Script, 12 November 2011